Pahami Penataan Kursi Sebelum Sewa Ruang Meeting Jakarta

Setiap ruang meeting umumnya memiliki konsep serta desain yang berbeda yang disesuaikan dengan kebutuhan. Sehingga, sebelum sewa ruang meeting Jakarta ada baiknya Anda mengetahui jenis-jenis penataan dalam sebuah meeting. Pasalnya perbedaan penataan kursi akan memberikan fungsi yang berbeda pula.

Perlu Anda ketahui bahwa terdapat berbagai macam jenis penataan kursi yang digunakan dalam sebuah pertemuaan atau rapat. Dengan mengetahui jenis desain penataan kursi maka Anda bisa menyewa ruangan meeting yang sesuai dengan kebutuhan. Agar nantinya saat meeting, semuanya dapat berjalan dengan maksimal dan peserta dapat mengikuti meeting dengan baik.

Sewa Ruang Meeting Jakarta

Bagi Anda yang belum mengetahui macam-macam jenis penataan kursi di ruang meeting, berikut penjelasan singkatnya:

1. Boardroom atau Konferensi

Desain kursi dan meja untuk ruang meeting yang pertama adakah boardroom atau konferensi. Desain ini sering digunakan dalam rapat-rapat perusahaan. Boardroom memiliki konsep dimana para peserta duduk berhadap-hadapan dan di depannya terdapat kursi panjang. Sehingga diharapkan dengan menggunakan desain ini komunikasi dapat dilakukan dengan baik.

Selain itu interaksi para peserta rapat juga bisa berjalan dengan maksimal. Konsep ini juga dapat membantu peserta untuk lebih fokus dalam mengikuti rapat atau pertemuan. Sayangnya, desain ini cocok untuk peserta dengan jumlah kecil hingga medium.

2. U-Shape

Mirip dengan boardroom, desain ruang meeting selanjutnya adalah U-shaped. Seperti namanya, pola kursi dan meja didesain ini menyerupai huruf U. Jenis desain ini, bisa mengakomodir jumlah peserta hingga 20 orang. Bagi Anda yang ingin sewa ruang meeting Jakarta untuk rapat perusahaan atau pertemuan dengan jumlah kecil hingga medium bisa memakai desain ini.

Dengan bentuknya ini maka akan memudahkan interaksi pembicara dengan peserta meeting. Seperti boardroom, para peserta meeting duduk bersebelahan dan berhadapan namun sedikit berjarak. Kekurangan dari desain ini adalah kebutuhan tempatnya yang besar agar bisa mengakomodir para peserta.

3. Classroom

Kembali ke masa-masa sekolah, desain ruang meeting selanjutnya adalah classroom. Desain ini dibuat seperti keadaan dikelas dimana kursi dan menja berjajar ke belakang dan menghadap ke depan. Model ini memiliki kelebihan bisa mengakomodir banyak peserta meeting sehingga cocok untuk meeting yang mengundang banyak peserta.

Sayangnya, desain ini tidak dapat menjangkau semua peserta. Sebab bisa saja peserta yang duduknya paling belakang tidak bisa memperhatikan pembicara dengan jelas. Selain itu interaksi antar peserta juga terbatas karena susunan dari kursi meeting ini.

4. Teater

Bagi yang memerlukan desain meeting yang dapat mengakomodir banyak peserta maka desain teater bisa menjadi pilihan. Hal yang membedakan dengan desain classroom adalah terdapat jalan terbuka yang memisahkan tempat duduk peserta di sisi kanan dan kiri. Tidak hanya itu, desain ini tidak memakai meja sehingga cukup menyulitkan jika perlu mencatat materi yang diberikan oleh pembicara.

Desain teater hanya bisa digunakan di ruangan berukuran besar. Karena itu diperlukan fasilitas pendukung lainnya seperti sound system, layar tambahan, dan juga pencahayaan. Sehingga peserta yang duduk di belakang dapat melihat dan mendengar dengan jelas setiap materi yang disampaikan.

5. Banquet

Desain terakhir yang kerap digunakan dalam meeting adalah banquet. Desain ini dirancang selain untuk meeting juga untuk tempat makan sekaligus. Hal itu dikarenakan terdapat meja berbentuk bulat berukuran besar dengan kursi-kursi mengelilinginya. Biasanya desain ini digunakan untuk membagi peserta diskusi berdasarkan divisi atau jabatannya.

Untuk Anda yang ingin sewa ruang meeting Jakarta memakai desain ini maka carilah ruangan yang luas. Sebab diperlukan ruangan berukuran besar untuk menaruh meja-meja bulat ini beserta kursinya. Semakin banyak meja yang dipasang maka semakin besar pula ruangan yang diperlukan.

1 view